Our Award Winning :

# Pemenang Penghargaan Wanita Wirausaha Majalah Femina & Kementrian Koperasi-UKM Republik Indonesia 2008
# Finalis Nasional Wirausaha Muda Mandiri oleh Bank Mandiri 2008
# Indonesia Ernst & Young Entrepreneurial Winning Woman 2010


Dear Lovely Friends...

Setiap orang pasti ingin tampil cantik dan segar setiap saat. Sekarang anda pun bisa! Dengan berbagai pilihan produk berbahan alami Paraben Free, Lanolin Free, Synthetic Color Free, Methanol Fragrance Free, PABA Free dan SLS/SLES Free, membuat produk kami bisa menjadi pilihan tepat bila anda menginginkan produk yang aman dan ramah lingkungan.

Kunjungi toko online kami di www.mypourvous.com untuk info lengkap tentang produk dan harga.

So, Be Beauty and Be Green !

Tampilkan postingan dengan label From Our CEO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label From Our CEO. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Februari 2011

10 Marketing Strategies for Dummies

(ditulis oleh Laila Asri, CEO Pourvous International)

Hari Minggu, 27 Februari kemarin, saya diundang oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mengisi acara National Education & Entreprenenurship Seminar 2011 bertempat di Ruang Sidang Teknik Sipil ITS. Acaranya sendiri cukup menarik, menampilkan dua pembicara, saya dan Goris Mustaqim, seorang SocioEntrepreneur yang masih mudah dan hebat. Pada sesi saya, karena saya diminta untuk sharing mengenai Strategi Pemasaran, maka saya membuat materi presentasi dengan judul "10 Marketing Strategies for Dummies" dengan mengangkat studi kasus penyanyi fenomenal Lady Gaga. Materi juga diselingi dengan beberapa video yang saya tampilkan agar suasana lebih hidup.


Saya juga banyak mengambil contoh kasus dari saya menjalankan bisnis Pourvous Natural Body Care Paraben Free. Bagaimana suka-dukanya, bagaimana merintisnya, apa impian dan target kami serta banyak hal lagi. Rasanya menyenangkan sekali bisa sharing dengan adik-adik mahasiswa yang bersemangat tinggi dan punya ide-ide brilliant. Sayangnya, sesi tanya jawab hanya bisa dilakukan secara singkat karena terbatasnya waktu. Tapi, melihat antusiasme mereka, saya sudah sangat bahagia.

Untuk teman-teman yang ingin membaca materi yang saya bawakan, silahkan dilihat di link di bawah ini (klik saja judulnya) atau bisa juga buka langsung di slideshare.net

10 Marketing Strategies for Dummies by Laila Asri


Share/Bookmark

Senin, 14 Februari 2011

Siap Selalu Sharing tentang Pourvous

Alhamdulillah, di bulan Februari 2011 ini, saya mendapatkan kesempatan untuk sharing di beberapa tempat. Tanggal 11 Februari yang lalu, saya diundang untuk sharing on-air di acara CERMIN yang akan tayang di JTV (televisi lokal Jatim) pada tanggal 21 feb pukul 20.00-20.30 wib. Tanggal 21 Februari saya diminta untuk sharing on-air di DFM Radio di Jakarta pukul 08.00-09.00 wib. Lalu pada tanggal 22 Februari 2011, saya juga diminta untuk sharing dalam acara HUT IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) dan pada tanggal 27 Februari diundang sharing di acara Seminar Kewirausahaan Nasional yang diadakan oleh Jurusan Teknik Kimia ITS Surabaya. Dalam event-event seperti ini, biasanya saya diminta untuk bercerita tentang bagaimana saya memulai dan menjalankan bisnis Pourvous. Tapi, jangan salah, justru biasanya saya yang akan belajar banyak dari bagaimana respons audiens, bagaimana tanggapan mereka, bagaimana cerita-cerita mereka. Dan saya meyakini bahwa kita bisa belajar dari siapapun, di manapun dan dengan cara apapun juga.
Saya saat break syuting di acara CERMIN JTV
Belajar bukan berarti harus dari buku kan? Jujur, saya bukanlah orang yang lumayan sering baca buku. Saya lebih suka baca-baca majalah ataupun browsing di internet. Kalaupun membaca buku, saya biasanya memilih yang bahasa-nya ringan dan dengan bahasa yang enak dibaca. Buku favorit saya adalah buku-bukunya Brad Sugars, Tung Desem Waringin, Hermawan Kartajaya, serta novel-novel karya Andrea Hirata, Habiburrahman El-Shirazi serta buku-bukunya mbak Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia Saya juga suka dengan buku-buku yang memperkaya jiwa seperti buku Habibie dan Ainun (ini favorit saya sekarang) juga bukunya bunda Tami Pepeng Ferasta yang berjudul That's All. Sedangkan untuk majalah saya paling suka membaca majalah SWA, Marketing, MIX, Business Week, dan Femina. Bahkan saya telah membaca Femina sejak masih SMP dan membaca majalah SWA sejak semester 1 kuliah di tahun 2001.

Kembali pada acara sharing tadi, khusus untuk acara IWAPI, sebelumnya saya tidak menyangka bahwa saya akan diundang di acara tersebut. Justru saya yang sebetulnya sangat ingin belajar dari rekan-rekan yang jauh lebih senior dari saya dalam hal berbisnis. Tapi, kesempatan ini pastinya sangat sayang untuk dilewatkan. Mudah-mudahan bisa bermanfaat dan melanggengkan ikatan silaturahmi. Dalam event tersebut saya juga mengundang teman-teman wanita pengusaha yang tergabung dalam club yang saya buat melalui Blackberry Group, yaitu Women Entrepreneur Club. InsyaAllah ada 10 pengusaha yang sudah confirm hadir dan bersilaturahmi di acara tersebut.

Saya juga paling senang kalau diundang di acara mahasiswa, karena itu waktunya untuk berbagai cerita dan passion serta impian yang saya miliki. 10 tahun yang lalu saat saya masih menjadi mahasiswa semester 1 dan mengikuti sebuah seminar bisnis, saya pernah menyatakan bahwa 10 tahun yang akan datang, saya akan menjadi CEO dari perusahaan yang saya dirikan untuk menjadi World-Class Company. Dan...disinilah saya sekarang, menjadi CEO dari Pourvous International. Tidak ada yang tidak mungkin bila kita meyakini dan memiliki impian. Hal inilah yang ingin saya sharingkan pada teman-teman mahasiswa, karena mereka adalah agent of change.

Bismillah, semoga semua acara tersebut berjalan lancar dan bermanfaat. Saya akan ceritakan lagi disini setelah acara tersebut selesai...ditunggu yaaaa :-)

-Laila Asri-
CEO Pourvous International
Share/Bookmark

Kamis, 10 Februari 2011

Halal as Way of Life...

Laila Asri, CEO Pourvous International

Selama ini, jika mendengar kata HALAL, maka yang terlintas di benak kita mayoritas orang Indonesia adalah makanan untuk umat muslim, tanpa alkohol dan tanpa babi. Benarkah hanya itu saja ? Ternyata makna Halal jauh lebih dalam daripada itu. Yuk belajar lebih dalam...

Menurut Wikipedia, Halal adalah istilah bahasa Arab dalam agama Islam yang berarti "diizinkan" atau "boleh". Istilah ini dalam kosakata sehari-hari lebih sering digunakan untuk merujuk kepada makanan dan minuman yang diizinkan untuk dikonsumsi menurut dalam Islam. Sedangkan dalam konteks yang lebih luas istilah halal merujuk kepada segala sesuatu yang diizinkan menurut hukum Islam (aktivitas, tingkah laku, cara berpakaian dll).  Konsep Halal ini mengacu pada konsep kebersihan secara menyeluruh bagi diri setiap muslim.  Selain menjamin kebersihan makanan, Islam melarang penggunaan bahan-bahan yang merugikan spiritual atau kesejahteraan seseorang secara mental, seperti minuman beralkohol, obat-obatan, dll. Karena Islam selalu mendorong pengikutnya untuk memilih halal, sehat dan makanan yang bersih, kesadaran ini selalu disebarkan di masyarakat Muslim. Kesadaran ini diperkuat dengan pengetahuan luas, memuji kebajikan makanan bersih dan halal mengkonsumsi, dan hubungannya dengan praktek sehari-hari.

Dalam perkembangannya, kebutuhan akan produk-produk Halal semakin meningkat. Bukan hanya di negara-negara dengan mayoritas penduduknya muslim, tapi juga meluas ke berbagai belahan dunia. Bahkan, di negara-negara yang mayoritas penduduknya non-muslim pun kebutuhan akan produk Halal juga meningkat. Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Ternyata, perkembangannya saat ini, Halal tidak lagi hanya menjadi sebuah label, melainkan telah menjadi sebuah Jaminan akan kebaikan suatu produk. Maksudnya kebaikan disini adalah bahwa bila suatu produk telah berlabel Halal, maka artinya produk tersebut dibuat dari bahan-bahan yang baik, proses produksi yang baik , menghasilkan produk akhir yang baik dan diproduksi oleh perusahaan yang bisa dipercaya atau ber-integritas. Jadi, Halal sekarang telah menjadi jaminan kepercayaan konsumen terhadap suatu produk, baik oleh konsumen muslim maupun non-muslim.

Kami dari Pourvous sendiri baru menyadari hal ini pada saat kami melakukan pameran ke Paris, Perancis pada bulan mei 2009 yang lalu. Saat itu, banyak dari pengunjung pameran yang tertarik dengan produk Pourvous karena selain berbahan natural, juga berlabel halal. Padahal mayoritas pengunjung yang hadir bukanlah seorang muslim. Hal ini semakin meningkatkan kepercayaan diri kami, bahwa menghadirkan produk berkualitas, dalam artian alami dan halal bukanlah sebuah keniscayaan. Ini adalah idealisme kami sejak awal, bahwa produk yang kami hasilkan haruslah produk yang baik. Baik dalam arti bahan-bahannya, baik secara proses produksi, baik secara hasil akhir, baik saat digunakan pada tubuh dan baik pula sebagai perusahaan yang ber-etika. Demikian pula saat kami mengikuti pameran di Berlin, Jerman pada bulan November 2010 yang lalu. Kami semakin yakin, bahwa produk kami bisa diterima pasar justru karena produk Pourvous adalah NATURAL dan HALAL. Didukung pula bahwa seluruh produk Pourvous adalah Paraben Free, Lanolin Free, PABA Free, Synthetic Color Free, SLS/SLES Free serta Methanol Fragrance Free.

Dari salah satu artikel di Detik.com pun disebutkan pula bahwa Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ingin sekali menjadi rujukan halal untuk seluruh negara di dunia. Keinginan itu sudah disampaikan ke Sidang World Halal Council bebarapa waktu yang lalu. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, maka adalah suatu hal yang wajar apabila Indonesia menjadi pusat halal dunia.  Sementara itu Ketua MUI Amidhan mengatakan, keinginan kuat MUI itu karena Indonesia memiliki jumlah umat muslim terbesar di dunia. Menurut Amidhan, halal bukan lagi milik umat muslim saja tapi juga non muslim. "Halal telah menjadi way of life masyarakat tidak hanya umat Islam, tapi juga non Islam karena health insurance," kata Amidhan.

Jadi, kenapa harus pilih produk yang tidak halal kalau saat ini sudah banyak beredar produk-produk halal yang terjamin kebaikannya, buatan Indonesia pula ?
Share/Bookmark

Minggu, 30 Januari 2011

Kenapa Saya Merintis Bisnis Pourvous ? Sebuah Awal...

Sudah cukup lama saya berkeinginan untuk menuliskan kenapa saya memulai bisnis Pourvous dalam bahasa saya sendiri. Tapi, karena satu dan lain hal, keinginan tersebut selalu tertunda. Akhirnya tadi malam (30 jan 2011) di sela-sela menyusui baby Jenna (7bln30 hari), saya sempatkan membuat catatan-catatan kenapa saya merintis bisnis ini melalui Twitter (www.twitter.com/laila_asri). 

Saya tidak punya latar belakang pendidikan Farmasi maupun Kimia (ini biasanya dimiliki oleh mereka yang merintis bisnis ini). Saya kuliah di Jurusan Manajemen Konsentrasi Pemasaran Universitas Airlangga Surabaya (angkatan 2001). Nah, gak nyambung kan dengan kosmetik ? Lalu kenapa yaaa kok berani-beraninya bikin bisnis ini ? Gini ceritanya...

Basically,because I like it. I really enjoy when I tried body care products one by one. It really something that make me feel passionated! Rasanya menyenangkan sekali mencoba aroma baru atau variant baru dari produk-produk atau perawatan tubuh yang ada. Tapi, mayoritas yang saya coba adalah produk import. Lalu kepikiran, why not make it my own? But, heeyyy... I'm not the bodycare expert?! :)

Lalu, dimulailah ‘masa-masa pengembaraan’ cieeee...he...he...Saya berusaha untuk mempelajarinya dari manapun. Catat, dari manapun! Dan saya belajar dari internet (Subhanallah, memang dari internet kita bisa belajar banyak), buku-buku, majalah, literatur, jurnal, tanya sana-sini yang memang ahli dan tahu, juga mengikuti kursus dan pelatihan terkait mengenai kosmetik dan produk perawatan tubuh.



Disamping itu, saat itu (2007) sy baru melahirkan anak pertama (alyka) & sy mencari bisnis yg bisa sy kerjakan dari rumah. Kenapa bisnis dr rumah? Hello...I'm a women, wife, and a mom. My family is where I belong. So, they are my TOP priority! Sy butuh aktualisasi, tanpa meninggalkan keluarga. Prinsip saya, buat apa kita sukses di karir, tp keluarga berantakan?!?!  Nah, solusinya » work at home » business. Lalu, semakin saya mencari informasi tentang bodycare & cosmetics, saya makin penasaran.

Ternyata, Indonesia ini negara yg luar biasa! We have so many resources for Bodycare & Cosmetics. With so many herbals can be used. Dan ternyata, peluang & pasarnya masih sangat luas. Lalu, mengapa harus ragu utk memulai? Bismillah, maka dimulailah bisnis Pourvous. Berawal di garasi dengan peralatan seadanya.  

Alhamdulillah saat ini Pourvous sdh eksis selama ± 3 tahun. Perjalanan masih panjang! Pencapaian kami msh belum ada apa2nya. Impian kami tentang Pourvous belum tercapai. But, we'll go for our DREAMS! Impian saya, membawa Pourvous sebagai WORLD-Class Brand! Ada yg bilang, ini gila, impossible! Well, we'll see! I BELIEVE in my dream. I don't know how, but I'm sure I can, WE (Pourvous team) can DO it! From Indonesia to the World. Alhamdulillah, produk-produk Pourvous semakin diterima. Kami melayani pembelian (online-offline) dari berbagai kota di Indonesia.
Kami juga belajar & belajar, masih banyak yang harus diperbaiki seiring dengan pertumbuhan bisnis ini. Proses belajar yang tidak akan pernah berhenti! Jangan sampai Indonesia hanya menjadi BIG market utk produk2 import. Kita harus jadi TUAN RUMAH di negeri sendiri. Bangga dong pakai produk anak negeri ^_^ Saya percaya, dg semakin banyak produk lokal berkualitas, maka konsumsi produk lokal akan meningkat, shg pasti EKONOMI kita juga terangkat .

Dan kenapa bernama POURVOUS ? Karena sejak awal produk ini disiapkan sebagai International Brand, jadi image-nya harus internasional.  Diambil dari bahasa Perancis » POUR VOUS artinya untuk Anda. Maksudnya, ini adalah persembahan saya, kami, untuk Indonesiaku tercinta. Untuk orang-orangnya, tanahnya, lautnya, pohon-pohonnya, untuk Indonesia!

Dan percaya gak? Sampai sekarang mayoritas saya tetap berkantor di rumah, dibantu internet, laptop, fax, telp, blackberry :) Di rumah juga ada meja meeting lengkap dengan keperluan presentasi.  Jadi team kami sering rapat di rumah. Sekalian saya tetap pantau anak-anak. Dan Alhamdulillah, suami sangat suportif. Dia mendukung sy 1000% (^_^) Andi Sufariyanto is my mentor & my Think Tank :)
Bismillah, we’ll go for the world!
Istri dari Andi Sufariyanto & Ibu dari Alyka (3 tahun 7 bulan), Maisha (1 tahun 23 bulan) dan Jenna (7 bulan 30 hari)

Surabaya, 31 Januari 2011

Share/Bookmark