Kontak :
Our Award Winning :
# Finalis Nasional Wirausaha Muda Mandiri oleh Bank Mandiri 2008
# Indonesia Ernst & Young Entrepreneurial Winning Woman 2010
Dear Lovely Friends...
Kunjungi toko online kami di www.mypourvous.com untuk info lengkap tentang produk dan harga.
So, Be Beauty and Be Green !
Jumat, 13 Mei 2011
Women Entrepreneurship : From Hobby to Money
Kontak :
Sabtu, 07 Mei 2011
Minggu, 06 Februari 2011
Pourvous di Event Gerakan Kewirausahaan Nasional 2011
![]() |
| Bapak Presiden SBY beserta rombongan saat berkunjung ke booth Wirausaha Muda Mandiri |
![]() |
| Bapak Presiden SBY dan Ibu Ani saat berkunjung ke booth |
Dalam acara yang berlangsung selama 3 hari tersebut, booth Pourvous yang terletak dalam rangkaian booth Bank Mandiri dikunjungi oleh banyak pengunjung yang tertarik untuk mencoba langsung produk-produk Pourvous. Mereka tertarik karena mengetahui bahwa Pourvous merupakan produk perawatan tubuh Paraben Free asli Indonesia dengan harga yang terjangkau. Banyak yang cukup surprise dan tidak menyangka bahwa Pourvous merupakan hasil karya anak negeri. Bagi kami, ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan bahwa kini produk dalam negeri tidak lagi dipandang sebelah mata.
![]() | ||
| Booth Pourvous di stand Wirausaha Muda Mandiri - Smesco Building |
![]() |
| Beauty Advisor Pourvous memberikan penjelasan kepada Customer |
Dari banyak pengunjung yang mengunjungi booth Pourvous, diantaranya adalah Ibu Andi Mallarangeng, Menteri Pendidikan Bapak Muhammad Nuh, dan Direktur Utama Bank Mandiri Bapak Zulkifli Zaini. Beliau-beliau ini memberikan dukungan kepada Pourvous agar terus berkembang dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
![]() |
| CEO Pourvous Laila Asri & Komisaris Pourvous Andi Sufariyanto bersama Menteri Pendidikan Bapak Muhammad Nuh |
![]() |
| Ibu Andi Mallarangeng di Booth Pourvous bersama Alumni Wirausaha Muda Mandiri |
Jadi, jangan lewatkan event-event Pourvous selanjutnya ya. Pasti ada banyak kejutan dan penawaran menarik yang sayang untuk dilewatkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami.
Pourvous di Event Gerakan Kewirausahaan Nasional 2011
Senin, 01 November 2010
And, The WINNER is...
seperti yang kita ketahui semua, pada bulan Oktober 2010 kemarin, Pourvous mengadakan kompetisi menulis bertemakan "My Life My Dream". Keberanian membagi dan menceritakan apa impian kita, adalah latar belakang mengapa kami mengadakan program ini. Dengan menceritakan impian dan hidup seperti apa yang kita impikan, maka pikiran kita dibawa untuk memikirkan visi kita ke depan. Ingin jadi apa? ingin seperti apa? dan lain sebagainya.
Dari program ini, kami menerima 7 (tujuh) tulisan yang masuk, dimana masing-masing menceritakan bagaimana impiannya dan hidup seperti apa yang ingin dijalani. Dan kami cukup surprise dengan tulisan ke-tujuh wanita hebat ini, dimana ternyata mereka punya impian luar biasa dan tidak ingin menjalani hidup menjadi orang biasa. Bukan hanya punya impian, tapi ke tujuh wanita ini berani memperjuangkan yang menjadi impian mereka dalam hidup. Mereka ingin menjalani hidup yang luar biasa. Dengan adanya ke-tujuh wanita hebat ini, kami yakin Indonesia akan menjadi negeri yang jauuuuhhhh lebih baik di masa yang akan datang. Kami terharu dan bangga dengan ke-tujuh wanita hebat tersebut. Mereka adalah :
- Ritza Laksita Candra - Surabaya
- Primadika Agustina - Surabaya
- Septiana Purwiyanti - Bojonegoro
- Tiananda Widyarini - Surabaya
- Larasati - Yogyakarta
- Norma Chairany Lubis - Makassar
- Devi Septianingrum - Surabaya
Ya...semuua wanita hebat ini adalah PEMENANGNYA dan semua berhak atas hadiah dari Pourvous, yaitu berupa Voucher FREE Product senilai Rp 175.000,- (bebas pilih produk) untuk masing-masing pemenang. Pemenang akan mendapatkan email konfirmasi resmi dari Pourvous beserta hadiah Voucher-nya. Untuk pemenang di Surabaya, Voucher dapat digunakan untuk berbelanja produk Pourvous di outlet Pourvous di Tunjungan Plaza. Sedangkan untuk pemenang di luar Surabaya bisa berbelanja melalui Shop Online Pourvous dan akan dikirimkan segera setelah para pemenang memilih produk yang diinginkan.
Kami dari manajemen mengucapkan Thank You Sooooo Much atas partisipasi dan kesediaan pemenang semua untuk membagi impiannya bersama kami. Kami yakin, tulisan dan impian kalian bisa menjadi inspirasi bagi wanita-wanita di luar sana untuk juga berani bermimpi dan memperjuangkan impian mereka. Bravo!
Sekali lagi, Selamat untuk semua Wanita Hebat yang Berani menuliskan dan memperjuangkan impiannya. Teruslah bermimpi dan perjuangkan impianmu! Sama seperti impian Pourvous untuk bisa mendunia dan menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia. From Indonesia to the World!
With Love,
Pourvous team
"to love, to care, to preserve"
And, The WINNER is...
Kamis, 14 Oktober 2010
My Life My Dream - What is Your Dreams ?
Program ini dibuat sebagai media untuk berbagi dimana semangat Sumpah Pemuda melatarbelakangi kehidupan kita untuk bisa memberikan kontribusi sebagai Warga Negara Indonesia, hal ini sesuai dengan semangat Pourvous untuk bisa berbagi dengan Pourvous People, TO LOVE ~ TO CARE ~ TO PRESERVE !
Program dilaksanakan mulai dari tanggal 15 s/d 28 Oktober 2010. Sedangkan 3 Pemenang akan diumumkan pada tanggal 31 Oktober 2010 melalui Facebook Fanpage Pourvous, Twitter, Website dan Email konfirmasi resmi dari Pourvous.
Hadiah : Voucher FREE Products senilai Rp. 175.000,- (Bisa pilih sendiri produk Pourvous yang diinginkan)
Teknis pengiriman tulisan :
Silahkan sharing tulisan sesuai dengan tema “ My Life My Dream “ dengan ketentuan sebagai berikut:
- E-mail dikirimkan ke : info@mypourvous.com
- Subject : My Life My Dream
- Badan e-mail : Nama lengkap, telepon, TTL, link blog ( jika yang mempunyai ) & Sharing tulisan sesuai dengan tema.
Jadi, tunggu apalagi, kami tunggu tulisan anda sekarang juga & Dapatkan kesempatan mendapatkan Produk GRATIS dari POURVOUS yang bisa anda pilih sendiri!
My Life My Dream - What is Your Dreams ?
Kamis, 02 September 2010
Andi Sufariyanto: “Pensiun di Umur 33”
Sumber dari SWA Online (http://swa.co.id/2010/08/andi-sufariyanto-%E2%80%9Cpensiun-di-umur-33%E2%80%9D/)
Terlanjur nyemplung dan sekalian basah. Itulah yang dialami Andi Sufariyanto, CEO Natural Body Care Pourvous. Sejak masih duduk di bangku kuliah tahun ke-2, Andi menjalankan bisnis awalnya dengan bermodalkan uang Rp 250.000. “Jadi (tahun) 99 saya mulai, mengalami pasang surut, dan baru lumayan pada 1995,” katanya. Sekurangnya ada tujuh janis usaha yang dilakoninya sebelum merintis usaha produk perawatan tubuh. “Pertama jual beli hp, lalu servis hp, cuci mobil, menjual barang serba lima ribu, bisnis software, aksesoris, dan desain,” papar Andi.
Pada September 2007 Andi pun memulai bisnis besarnya ini. “Awalnya dari pesanan, kita nemu orang yang memang butuh produk perawatan untuk pernikahan dia, kebetulan saya searching di database saya, saya punya orang yang bisa bikin. Jadi saya makelar di tengah-tengah,” Andi menuturkan. Setelah jalan, Andi pun mencari tahu melalui internet serta media lain bahwa pasar untuk produk kosmetik yang natural sangat besar. “Di internasional sudah billion, sangat besar,” tegasnya. Berawal dari peluang tersebut, Andi yang sudah memiliki modal dari bisnis-bisnis kecil sebelumnya mulai menggarap bisnis barunya dengan serius.
Pourvous berasal dari bahasa Prancis yang berarti “untuk kamu”. Produk Pourvous sendiri ditujukan bagi perempuan dengan usia di atas 20 tahun. Terdapat berbagai varian yang tersedia, di antaranya body lotion, body butter, foot treatment, massage oil, firming series, shower gel, aromatic pillow, dan teh untuk dikonsumsi. Selama tiga tahun berjalan, produksi untuk satu varian mencapai 2.000 per bulan.
Distribusi produk ini sudah hampir mencapai seluruh kota besar di Indonesia. Selama ini Andi menjual produkny asecara online serta melalui beberapa distributor. “Untuk saat ini kita mencoba sistem outlet. Kita barusan mendirikan outlet di Surabaya, di Tunjungan Plaza,” ujar kelahiran 8 Juli 1981 ini. Beberapa varian Pourvous juga sudah pernah diekspor ke Manila sebanyak dua kali. Menurut Andi, saat ini pihaknya sedang mempelajari ritme bisnis ritel kosmetik yang telah berdiri di Surabaya. “Setelah ritme dapat, kita akan buka (outlet) di Jakarta,” imbuhnya seraya menambahkan bahwa mereka telah mendapat tawaran dari Pasaraya Grande dan Alun-Alun Grand indonesia. “Tawarannya di-postpone dulu,” kata Andi lagi.
Dengan status sebagai Usaha Kecil Menengah (UKM), Andi mengakui beberapa kendala yang selama ini dihadapinya. Ia mengatakan, kesulitan utama adalah proses perizinan. Tidak hanya biaya, namun dibutuhkan pula waktu untuk memprosesnya. “Misalnya dapat sertifikat halal, GMP, SNI,” tukasnya. Ia menambahkan, proses perizinan tersebut berkaitan dengan jumlah barang yang akan diproduksi. “Untuk produksi kita bicara untuk produksi per termin, tidak bisa sedikit-sedikit” tandasnya.
Selain Pourvous, di bawah PT Adila Imperium buatan Andi, terdapat pula virtual office. Virtual office berfungsi membantu sebuah kantor dalam menjalankan bisnisnya, sehingga dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan. “Virtual office kita segmennya lebih ke ukm, targetnya supaya ukm bisa terakselerasi dengan tidak terbebani biaya operasional bulanan. Karena itu tidak seperti virtual office lainnya yang berada di building, kita ini berada di ruko,” papar Andi.
Setelah melalui perjuangan panjang hingga mencapai tahap sekarang ini, Andi merasa bersyukur dirinya tidak memiliki keinginan untuk bekerja kantoran. Dikemukakannya, ia telah berjani pada dirinya sendiri dan juga ingin membuktikan kepada temannya bahwa ia dapat pensiun dari pekerjaan di umur 33. “Saya terlanjur koar-koar kepada teman-teman bahwa saya tidak mau bekerja kantoran. Dan saya ingin buktikan kepada teman saya, di umur 33 sudah bisa pensiun. Pensiun dalam artian, kerja itu merupakan apa yang ingin dilakukan, bukan yang harus dilakukan,” ucap lulusan Teknik Mesin Institut Teknologi Surabaya ini.
Dukungan orang tua sebenarnya kurang dirasakan oleh Andi. “Kedua orang tua saya tidak berbisnis, mereka bekerja dua-duanya. Jadi didukung tidak, dikekang juga tidak,” imbuhnya. Namun, yang dilakukan Andi untuk mengubah kedua orang tuanya dari yang semula abstain menjadi dukungan adalah dengan melakukan apa yang sudah seharusnya dilakukan seorang anak saat berkuliah yakni berprestasi baik. “Saat kuliah saya pintar bagi-bai waktu, supaya dapat nilai bagus. Kalau nilai sudah bagus orang tua pun tidak akan melarang kita melakukan kegiatan lain seperti misalnya bisnis,” ungkapnya.
Andi pun membagi rahasia suksesnya dalam berkarier menjadi wirausahawan muda. Untuk menjadi sukses diperlukan skill, knowledge dan network. “Skill adalah apa yang kita lalui, knowledge adalah apa yang kita pelajari, dan network adalah siapa yang kita kenal. Modal itu nomor sekian,” katanya. Ke depannya, ia berharap produk kosmetik Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negara sendiri sekaligus dapat berbicara di pasar global.
Andi Sufariyanto: “Pensiun di Umur 33”
Kamis, 17 Juni 2010
Pourvous: Delicious and Natural Bath and Body Products Made in Indonesia
As I surveyed their stuff, the sales promotion people asked whether we would like a foot treatment. What, after 8 hours of our feet? You bet!
So we proceeded each to sit in their only 2 chairs, rolling our pants up to our knees. We were given a dry foot scrub, a dab of moisturizer and spritzes of cooling foot spray. It was a little bit of heaven after a long day, and though we sat in that chair for no more than 15 minutes, when we got back on our feet, we felt a renewed spring in our steps, and were ready to make another turn around the JCC (err, maybe half a turn).
It was the Pourvous stall that had so kindly treated us to a bit of pampering, and it was definitely an effective promotional move. The company is based in Surabaya and produces natural bath and body products. As I surveyed the stall, I’m happy to report that there are wonderful items that’s worth a try.
And when they say natural, they mean it! Pourvous products are free of parabens, lanolins, PABA, synthethic colors/dyes, and SLS/SLES. Ok, that’s a mouthful. You can read in their website what these terms mean, or head to the FD Forum Ingredients thread where savvy FD-ers discuss cosmetics and skincare ingredients at rocket science level, and look up these terms.
Having spent all my cash, I had to borrow some money from Rere to buy the Jasmine Temptation Shower Gel. No suprises there since I LOVE jasmine, and my favorite shower gel in the whole wide world is Flying Fox, from Lush.
I was crushed when Lush packed up and left Indonesia, and practically cherish my little bit of Flying Fox that I only use on those really, really special occasions such as after spending a week in a remote village under hot sun for 8 hours a day, or a day deleting spam posts advertising private islands/plastic surgery/casinos in the Forum. You know those days.
Pourvous Jasmine Shower Gel is no Flying Fox, but boy is it delicious! The jasmine is green and floral, but not heavy. There is a coolness to it, perhaps due to the green tea extracts in there. In fact, I actually prefer Pourvous’ Jasmine Gel for daily showers, because most days I don’t feel worthy of Flying Fox’s bucketloads of jasmines and roses and honeys galore. Not to mention Pourvous is at least a fifth of the price of Flying Fox.
I will definitely be getting more items from Pourvous. I already got my member card, entitling me to 10% discount in addition to free shipping anywhere in Indonesia, with no minimum order! Plus, their website seems to be easy to navigate, and several order payment options.
I think my next purchase will be the Jasmine Tea Soak and the Strawberry Body Scrub, both of which I remember smelling delicious when I tested them during Inacraft. If anybody’s tried this line, let me know what’s worth trying.
*Pourvous (pur-vu) is French meaning ‘for you’; pictures are from Pourvous website
by Lena — Thursday, June 17th, 2010 at 12:15 pm, taken from : http://fashionesedaily.com/blog/2010/06/17/pourvous-delicious-and-natural-bath-and-body-products-made-in-indonesia/
Pourvous: Delicious and Natural Bath and Body Products Made in Indonesia
Selasa, 27 April 2010
Pourvous di Event Inacraft 2010
Selain itu, diluncurkan pula beberapa varian produk terbaru dari Pourvous, yaitu :
- Pourvous New Body Lotion : Lavender Bliss, Blossom Tea, Energetic Ginger
- Pourvous New Body Butter : Lavender Bliss, Blossom Tea, Energetic Ginger
- Pourvous Bath Soak Series : Jasmine Bath Tea, Aromatic Bath Soak, Herbal Bath Soak, Feminine Herbal Wash, Oatmeal Milk Bath Soak
- Pourvous New Massage Oil : Herbs Relief Massage Oil
- Pourvous Fresh & Relax Series : Home Fragrance, Aromatic Candle, Dream Handmade Aromatic Pillow
- Pourvous New Foot Care Series : Moisturizing Foot Cream, Exfoliating Foot Scrub, Cooling Foot Spray
Sebagai bahan edukasi bagi calon konsumen maupun konsumen Pourvous, kami juga menyediakan brosur edukasi yang menjelaskan mengenai perlunya anda tahu tentang kandungan bahan dalam produk perawatan tubuh anda.
Foto-foto lainnya dapat anda lihat disini.
Pourvous di Event Inacraft 2010
Selasa, 23 Februari 2010
Bisnis Kecantikan Berawal dari Olahan Dapur Rumah
Liputan Tabloid KONTAN Edisi 15–21 Februari 2010Ditulis oleh : Diade Riva Nugrahani
Mengintip kisah sukses Laila Asri mengembangkan produk kecantikan Pourvous
Keinginan untuk tetap tampil cantik dengan biaya terjangkau memberi inspirasi Laila Asri menggeluti bisnis perawatan tubuh. Ibu muda ini mengolah rempah-rempah lokal menjadi berbagai produk perawatan tubuh yang cukup diperhitungkan.
Setiap wanita selalu menginginkan tampil cantik dan indah. Tapi, harga buat memoles penampilan itu tidak murah. Apalagi produsen perawatan tubuh (bodycare) hampir selalu meluncurkan produk baru ke pasar tiap bulan. Harganya memang beragam, tergantung merk dan manfaatnya.
Laila Asri seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Surabaya, sadar dengan hal ini. Tapi, setelah melihat bahan kandungan bahan baku produk perawatan tubuh itu bisa ditemukan dengan mudah, ia lantas berpikir untuk membuat sendiri. Kini, ia memiliki banyak produk dengan merk Pourvous. Usaha yang belum genap dua setengah tahun itu sudah menghasilkan omzet ratusan juta rupiah sebulan.
Jalan panjang Laila menekuni bisnis sudah terlihat sejak lama. Saat remaja, ia suka mencoba berbagai merk bodycare. “Saya termasuk pengguna beberapa merk sekaligus, “jelas ibunda Alyka Putri Adila dan Maisha Putri Adila ini.
Biasanya, ia memilih produk perawatan lokal dan impor. “Hanya saja, lama kelamaan, saya merasa harganya mahal. Saya tertarik mengamati bahan-bahan apa saja yang digunakan,” jelas Laila.
Setelah meriset, Laila cukup terkejut. Pasalnya, hampir semua bahan-bahan utama yang diperlukan untuk membuat bodycare bisa ditemukan disekitar dapur rumahnya. Lantas, pada September 2007, dia mencoba membuat sendiri pelembut kulit (body lotion) dari bahan-bahan tradisional. Produk perdananya ini, Laila mengakui, benar-benar buatan tangan sendiri alias handmade. Ia menggunakan bahan-bahan sederhana dan terbatas. Misalnya, minyak zaitun, minyak esensial, susu cair dan garam. “Resepnya saya dapat dari internet,” jelas Laila.
Laila lantas mengujicoba hasil percobaan itu pada kulitnya sendiri. Meski belum sempurna, dia tak lantas berputus asa. “Saya terus mencoba sampai akhirnya mendapat bentuk dan aroma seperti yang saya inginkan,”ungkapnya. Laila Asri banyak bereksprimen membuat produk kecantikan di dapur dengan bermodal panci dan mixer.
Sejak itu perempuan kelahiran Surabaya, 20 Juli 1981 ini tergelitik terus bereksperimen. Padahal Laila sama sekali tidak memiliki latar belakang di bidang ini. Proses kerjanya selayaknya ilmuwan. Bedanya, ia lebih banyak bereksperimen di dapur dengan bermodal panci dan mixer. “Saat membuat body lotion pertama kali, saya mengibaratkannya seperti membuat kue. Sebab peralatan yang di gunakan hampir sama, “jelasnya sambil tertawa. Setelah puas dengan body lotion buatannya, Laila lantas memasarkan produk Pourvous.Dalam bahasa Prancis, artinya untuk anda.
Ia juga mengemas hasil karyanya dengan gaya etnik agar tampak lebih menarik. Laila menggunakan kemasan botol kaca yang sudah diseterilkan dan dihias. Selain di beri label warna-warni, produknya juga di permanis dengan kertas daur ulang warna cokelat berpita.
Awalnya, Laila menawarkan Pourvous ke sejumlah teman dekat dan kerabatnya. Dari sana ia mendapat banyak saran dan kritikan. “Saya sering dapat complain tentang sisi ketahanan produk yang terlalu pendek, kemasan botol yang mudah pecah, dan lain-lain. “paparnya. Banyak kritikan itu memacu semangat Laila untuk menciptakan produk yang lebih baik. Untuk modal produksi lebih banyak, Laila lantas meminjamkan duit Rp 2,5 juta ke bank. Saat itu, mulai menerima pesanan dalam jumlah besar. Kebetulan salah satu distributor garmen minta dibuatkan parsel berisi perawatan tubuh sebagai bingkisan Idul Fitri. Pesanannya mencapai 150 paket senilai 15 juta. Isi parsel itu body lotion, body scrub, massage oil, sabun handuk kecil, dan sisir terapi. Meski hanya dibantu seorang pekerja, Laila berhasil menyelesaikan pesanan sesuai tanggal waktu.
INGIN JADI MEREK GLOBAL
Setelah membuat parcel, Laila mendapat tawaran ikut pameran. “Pendapatan dari penjualan parsel saya putar untuk memproduksi produk pameran,”jelas Laila. Hasilnya, semua produknya ludes hanya dalam lima hari. Ia mengantongi uang hingga puluhan juta rupiah.
Kini setelah lewat dua tahun, sistem produksi dan pemasaran Pourvous sudah jauh berkembang. “Kami bekerja sama dengan beberapa supplier dari level UKM sampai manufaktur dalam proses produksi.,”ujar Laila. Selain bisa mendapatkan produk berkualitas, sistem outsourcing dapat menjaga cashflow usahanya tetap positif.
Kini volume produksi berbagai bodycare Pourvous telah mencapai 4000 botol sebulan. Laila masih ingin mengembangkan Pourvous. Dalam waktu dekat, ia akan membuat produk bodycare yang aman bagi anak-anak.” Selama ini produk untuk anak-anak masih sangat jarang dan harganya mahal.,”dalih Laila. Laila juga ingin menjadikan Pourvous sebagai merk global. “Kami mengikuti perkembangan global dan berupaya menyesuaikan produk kami dengan selera global,” jelasnya.
Sejak kecil, Laila Asri tergolong anak yang aktif dan tidak bisa diam. Ia sering mengikuti berbagai kegiatan, mulai baca puisi, teater, menulis, hingga karya ilmiah. Selain itu, ia juga punya hobi travelling. “ Berpergian ke suatu kota atau negara yang yang belum pernah saya datangi, membuat saya mendapat wawasan baru, “ jelas istri Andi Sufariyanto ini.
Tapi, saat ini, Laila menunda semua rencana travelling-nya. Sebab, dirinya tengah enam bulan mengandung anak ketiganya. Alhasil, ia lebih banyak mengisi kegiatan sehari-hari dengan membaca majalah bisnis dan wanita. “Dari situ, saya bisa mengetahui selera dari target pasar kami,” ujarnya.
Perempuan yang kini tengah sibuk menyelesaikan kuliahnya di jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya ini juga tak pernah bisa lepas dari anak-anaknya. “Cita –cita saya memang ingin jadi momtrepreneur, jadi lebih dekat dengan anak-anak,”katanya sambil tertawa. Untuk itu, Laila kerap mengikutsertakan anaknya dalam bisnis yang ia geluti. Misalnya saja, beberapa waktu lalu, dia mengajak anak-anaknya survei ke lokasi pabrik di Jogjakarta.” Saya dan suami sepakat untuk melibatkan anak-anak sedini mungkin dalam kegiatan bisnis. Sehingga mereka jadi terbiasa dengan ritme kerja orang tuanya,” jelas Laila.
Bisnis Kecantikan Berawal dari Olahan Dapur Rumah
Senin, 22 Juni 2009
PourVous @ Plaza Semanggi-Jakarta

Kunjungi booth PourVous @ Plaza Semanggi-Jakarta
Tgl 22-28 Juni 2009
Pk. 10.00 s/d 21.00 WIB
PourVous @ Plaza Semanggi-Jakarta
Rabu, 03 Juni 2009
Liputan POURVOUS di Majalah DUIT
Produk kecantikan skala rumah tangga asal Surabaya yang siap mendunia

Nama produknya berbahasa Perancis namun percayalah ini produk asli Indonesia. Tepatnya asal Surabaya dan diproduksi oleh ibu rumah tangga asal kota itu. Nama produknya Pourvous yang saat ini menjadi salah satu alternatif produk kecantikan yang paling diburu di kalangan perempuan. Cara menemukannya susah-susah gampang. Karena belum begitu tersedia di toko-toko produk kecantikan (karena itu masih dicari banyak agen), beberapa pembelinya mendapatkan produk Pourvous melalui searching di Internet atau pas sedang mengunjungi pameran produk-produk UKM.
"Tau Porvous pas di Inacraft, iseng saja, sih, gak taunya suka banget," cerita Ririn dari Bintaro. "Saya beli produk Pourvous waktu pameran di Makasar, ternyata oke juga. Paling suka sama body lotion greentea....," ujar Lydia asal Makasar. "Setelah coba body lotion cream scrub-nya wah jadi ketagihan nih..," kata Reni asal Bandung. Semua ungkapan mereka itu terangkum dalam testimoni yang dipublikasikan Laila Asri, 27 tahun, pencipta Pourvous, dalam brosur yang ia bagikan saat pameran. Ini salah satu upaya Laila menularkan produknya ke calon pemakai lain.
Meski latar belakang pendidikannya bukan di bidang ilmu kecantikan, Laila berhasil memproduksi produk-produk kecantikan yang bisa diadu khasiatnya. Positioning-nya juga cukup tepat. Ia memproduksi Pourvous dari bahan-bahan alami. Karena itu ia bisa memulainya dari skala industri rumahan. Produknya tak menggunakan methanol yang berbahaya bagi kesehatan kulit. Untuk pewanginya juga tak menggunakan parfum buatan (fragrance). "Kami hanya menggunakan ethanol yang direkomendasikan oleh Depkes RI sedangkan aroma harumnya berasal dari essential oil, yakni ekstrak berbagai macam tumbuhan yang memiliki aroma alami dan aman bagi kulit," papar Laila.
Inovasinya sejauh ini sudah mendapatkan sejumlah penghargaan dari beberapa institusi. Pada tahun 2008 Pourvous meraih dua penghargaan yaitu Pemenang Penghargaan Kompetisi UKM 2008 yang diselenggarakan Majalah Femina dan Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia serta Pemenang I Regional Jawa Timur, Bali & Nusa Tenggara sebagai Wirausaha Muda Mandiri 2008 dari Bank Mandiri.
Untuk memperluas jaringan penjualannya Laila mencari agen atau perwakilannya di beberapa kota yang diumumkan melalui website-nya (www.rumahcantikku.com) maupun saat pameran. Pameran juga cukup efektif menjadi ajang promosinya karena itu ia relatif sering ikut pameran. Maret lalu, misalnya Porvous ikut pameran Gelar Produk Kerajinan Indonesia (GPKI) pada 18-22 Maret 2009 di Jakarta Convention Center (JCC). Di sana stand-nya mendapat kunjungan dua legenda hidup produk kecantikan Indonesia Martha Tilaar dan Moeryati Soedibyo. April ini setidaknya dua pameran diikutinya yakni Bazaar Femina di Balai Kartini dan Inacraft yang akan dibuka 22-29 April 2009 di JCC. Bahkan 5-10 Mei 2009 nanti Laila akan membawa Pourvous-nya berpameran di Malaysia dalam ajang Malaysia International Halal Show 2009. Ikutnya pameran di negeri jiran itu seperti mengisyaratkan kalau Pourvous sudah siap mendunia. (Den Setiawan, den.setiawan@yahoo.co.id Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )
sumber : http://www.majalahduit.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=227:produk-kecantikan-skala-rumah-tangga-asal-surabaya-yang-siap-mendunia&catid=48:cat-bisnisyuk&Itemid=63
Liputan POURVOUS di Majalah DUIT
Minggu, 19 April 2009
Liputan Majalah JAYABAYA

Liputan oleh Majalah Jayabaya (majalah berbahasa Jawa yang terbit di Jawa Timur-Jawa Pos Group)
Liputan Majalah JAYABAYA
Selasa, 14 April 2009
Pourvous Dikagumi Legenda Kosmetika Indonesia
Apresiasi ini tentu sangat bermakna bagi jajaran Pourvous mengingat sepak terjang kedua legenda di dunia kosmetika Indonesia telah menembus masa puluhan tahun. Martha Tilaar dengan bendera Martha Tilaar dan Moeryati Soedibyo dengan merek Sariayu. Keduanya mampu menegakkan produk kosmetika asli Indonesia di tengah kepungan merek mancanegara.
Jadi, kebanggaan kami tak hanya karena dikunjungi dua legenda itu, namun lebih membungakan hati adalah apresiasi mereka terhadap produk Pourvous. Semoga Pourvous juga berdiri sejajar dengan mereka dalam beberapa tahun kedepan.
Pada acara Gelar Produk Kerajinan Indonesia yang digelar arena Jakarta Convention center (JCC) itu, Pourvous merebut perhatian pengunjung. Padahal peserta pameran adalah para pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang terseleksi.
General Manager Pourvous Ika Setyawati mengungkapkan, pameran ini awalnya diikuti 73 UKM. Namun setelah melewati seleksi, ternyata hanya 42 UKM yang layak tampil di pameran GPKI ini.
"Respon masyarakat di pameran ini sangat positif karena arena GPKI hampir sama gaungnya dengan pameran Inacraft yang digelar setiap tahun," ujar Ika sembari menyebutkan bahwa di event ini, Pourvous mendapat tempat strategis yakni menempati hall A/21 dengan label binaan Disperindag Jatim.
Menurut Ika, respon pengunjung tampak dari nilai transaksi yang sangat positif. Setidaknya pameran selama seminggu tersebut dapat melekatkan merek Pourvous sebagai salah satu produk perawatan tubuh berbahan herbal asli Indonesia kepada khalayak di seluruh Indonesia.
“Pengunjung GPKI berasal dari seluruh Indonesia. Jadi potensi bisnisnya menjangkau berbagai daerah dan ini menjadi potensi pengembangan reseller Pourvous di seluruh Indonesia,” tuturnya.
Dia mengakui, peran reseller bagi Pourvous sangat strategis sebab mereka menjadi ujung tombak pemasaran. Mulai dari peran-peran penjualan hingga promosi mulut ke mulut.
Melalui pameran ini pula, produk Pourvous mendapat kesempatan tampil di acara serupa di luar negeri. "Memang ada beberapa tawaran produk kami diajak mengisi pameran di luar negeri. Tapi untuk saat ini kami fokus nasional dulu," kata Ika.
Sebagai tindak lanjut agar produk Pourvous tetap memikat hati konsumen, jajaran manajemen Pourvous terus berupaya meningkatkan kualitas. Apalagi produk Pourvous sudah lolos uji di BPOM dan telah teruji dalam cara pembuatan kosmetik yang baik (CPKB). Jadi konsumen tak perlu ragu lagi dengan kualitas Pourvous. (Hermes Media)
Pourvous Dikagumi Legenda Kosmetika Indonesia
Senin, 13 April 2009
Pourvous hadir dalam Bazar Femina Jakarta

Tanggal : 18 April 2009
Tempat : Lobby Area Balai Kartini Jakarta Booth No.43
Waktu : 08.30 - 19.00
Pourvous People say Yess to Perempuan Untuk Mandiri!!!
Pourvous hadir dalam Bazar Femina Jakarta
Kamis, 09 April 2009
Liputan Majalah Wirausaha Keuangan (bag-1)
Ide Bisnis Saat Jalan-JalanLaila Asri (27) ibu dari Alyka (1,5) tak menyangkal bahwa bisnis yang ditekuninya, Pourvous, kini berawal dari ide bisnis yang sangat sederhana. Ia menyebutnya berawal dari sebuah keheranan, sebuah tanda tanya yang mengusik benaknya. Masak sih orang Indonesia tidak dapat menyediakan sendiri berbagai produk-produk kecantikan yang bermutu dan berkualitas tinggi, padahal semua bahan baku ada disini.
Banyak orang mengatakan ide bisnis adalah inti dari berbisnis. Maka tidak heran jika kita melihat para pebisnis sukse selalu mencari dan berupaya menemukan ide-ide bisnis setiap saat, setiap waktu.Laila Asri (27) ibu dari Alyka (1,5) tak menyangkal bahwa bisnis yang ditekuninya, Pourvous, ini berawal dari ide bisnis yang sangat sederhana. Ia menyebutnya berawal dari sebuah keheranan, sebuah tanda tanya yang mengusik benaknya. “Masak sih orang Indonesia tidak dapat menyediakan sendiri berbagai produk-produk kecantikan yang bermutu dan berkualitas tinggi, padahal semua bahan baku ada disini,” ujar mahasiswi Jurusan Manajemen di Universitas Airlangga, Surabaya ini.
Istri pengusaha muda Surabaya, Andi Sufariyanto ini, lantas mencoba bisnis dan bergulirlah berbagai produk kecantikan. Berikut penuturan Laila, seputar bisnis, serta gagasannya bagaimana seorang wanita berperan menjalani bisnis.
Dapat diceritakan bagaimana seorang pasangan muda mnencreat bisnis, dari mana memulainya, apakah dimulai dari ide suami atau bersama-sama mendiskusikan bisnis yanga akan dijalani.
Pada dasarnya, saya dan suami sejak awal memang sudah memiliki passion yang sama soal bisnis. Kami sama-sama tidak pernah bekerja pada orang lain dan sudah mulai belajar berbisnis sejak kuliah. Suami saya (Andi Sufariyanto : www.andisufariyanto.com) dulu di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan saya kuliah di Jurusan Manajemen Universitas Airlangga. Ide bisnis bisa dari suami, atau dari saya. Kami punya semacam file yang kami sebut Bank Ide, yang berisi tentang ide-ide bisnis yang menurut kami menarik.
Mendapatkan idenya juga bisa bermacam-macam. Bisa dari saat travelling, bisa karena kami membaca majalah, buku, mengikuti seminar. Tapi yang paling sering dapat ide saat jalan-jalan, karena dari situ kita bisa melihat dan merasakan langsung apa kira-kira yang dibutuhkan oleh pasar atau kiria-kira apa yang bisa kita create untuk masuk ke pasar. Dan soal apakah ide tersebut dilanjutkan menjadi sebuah bisnis, kami terbiasa untuk berdiskusi, supaya ada 2 sisi yang menjadi pertimbangan. Kami berusaha mempelajari kalau ide terssebut dilakukan, maka persiapan apa yang harus dilakukan, bagaimana kira-kira tanggapan pasar dan bagaimana prediksi hasilnya. Sejauh man aide tersebut bisa berhasil juga ikut kami pikirkan.
Seperti saat kami akan memulai bisnis body care & aromatherapy - POURVOUS. Disitu kami mencoba menganalisis bagaimana prospek bisnis ini ke depannya, berapa dana yang dibutuhkan, apa yang harus dipersiapkan, bagaimana pemasarannya, dan sebagainya. Semuanya berjalan sambil terus melkukan perbaikkan di sana-sini.
Berkaitan dengan peluang bisnis, apakah hal tersebut mesti harus berawal dari hobby, passion dll atau peluang yang lebih dahulu.
Dimulai dari hobby, passion atau lihat peluang tidak masalah, yang terpenting adalah Cepat Action. Sekarang ini bukan jamannya yang besar memakan yang kecil, tapi yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Yang terpenting bagi kami adalah apakah kami bisa enjoy dalam melakukan bisnis tersebut atau tidak. Karena dengan kita enjoy dan menikmati apa yang kita kerjakan, maka segalanya akan terasa lebih mudah. Dan membuat kita terus maju dan bersemangat walaupun ditengah jalan menemui hambatan/tantangan berbisnis.
Sinergi macam apa yang harus dipersiapkan antara suami dan istri dalam memulai bisnis. Berbisnis bersama suami-istri, menurut kami berdua, gampang-gampang susah. Gampang kalau tahu caranya. Yang terpenting adalah adanya kesamaan visi misi. Bisnis tersebut mau dibawa kemana dan ingin dijadikan sebesar apa dan bagaimana.
Itu adalah dasarnya. Kalau dasarnya sudah kuat, maka kedepannya akan lebih mudah. Mengenai perbedaan pendapat antara suami istri itu hal yang wajar. Namanya saja dua kepala yang berbeda. Berdebat asalkan punya argumentasi yang kuat juga tidak masalah. Setelah itu baru diputuskan mana langkah yang harus dipilih. Dan kalau keputusan sudah diambil, kedua belah pihak harus bisa menerimanya karena itu adalah keputusan bersama, yang baik atau tidak hasilnya adalah tanggung jawab bersama.Juga harus ada pembagian tugas yang jelas, masing-masing melakukan apa dan harus benar-benar bertanggung jawab atas pekerjaan yang menjadi kewajibannya.Liputan Majalah Wirausaha Keuangan (bag-1)
Liputan Majalah Wirausaha Keuangan (bag-2)

Asyiknya Bisnis di Dunia Kecantikan
Bisnis dalam bidang fashion dan kecantikan, sepertinya hal yang menarik. Sejauh mana menariknya bisnis ini, berikut penuturan Laila Asri (27), ibu dua anak ini menceritakan potensi yang dapat dikembangkan di masa yang akan datang.
Yang pasti bisnis ini sangat menarik. Kaalu tidak, kan tidak mungkin kami terjun ke bisnis ini. Apalagi buat perempuan, yang namanya fashion dan kecantikan sudah jadi kebutuhan pokok.
Kami berusaha untuk menyediakan kebuthuan itu dengan produk yang berkualitas dan harga yang reasonable. Apalagi untuk kecantikan, trend ke depannya adalah back to nature, maka jelas ini peluang yang sangat berharga.
Produk kecantikan natural selama ini identik dengan produk import dan mahal. Kalau yang lokal, dianggap kualitasnya kurang bagus dan berubah – ubah. Celah itu yang coba kami masuki dengan menyediakan produk perawatan tubuh local tapi dengan kualitas dan kemasan yang tidak kalah dengan import.
Apa yang kami lakukan masih belum ada apa – apanya. Banyak yang masih harus kami lakukan kedepannya dan sudah ada banyak rencana untuk semakin membesarkan bisnis ini. Ibaratnya, ini adalah anak kami juga yang harus dirawat dan dibesarkan dengan baik.
Rencana pengembangan bisnis ini juga terus dilakukan, misalnya melakukan penambahan varian produk, membuka jalur pemasaran baru, mencari cara mencapai Economics of Scale, dan lain sebagainya. Potensi untuk dikembangkan melalui jalur pemasaran online juga kami coba garap dengan serius, karena termasuk minim modal tapi hsailnya efektif.
Tips Membangun Bisnis Ini.
Tidak pernah berhenti belajar dan mau terus memperbaiki diri. Belajar tidak hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga bagaimana seluruh team bisa bergerak maju bersama. Transfer knowledge dan kemampuan terus dilakukan untuk mempersiapkan team agar bisa mandiri untuk mencapai tujuan perusahaan.
Juga, penting untuk mengkomunikasikan apa yang kita lakukan dan masalah apa yang harus diselesaikan. Fokuslah pada solusi, bukan pada masalahnya.
Liputan Majalah Wirausaha Keuangan (bag-2)
Selasa, 31 Maret 2009
Liputan Pourvous oleh QBheadlines.com
Pourvous, Perawatan Aman Ramah LingkunganOleh: Restituta Ajeng Arjanti
Semua orang, terutama kaum wanita, butuh dan ingin tampil sehat serta menarik. Tidak heran banyak produk perawatan kecantikan beredar di pasaran, mulai dari merek lokal sampai merek impor. Ceruk pasarnya terbuka lebar. Hal ini menggugah Laila Asri untuk memulai bisnis produk perawatan kecantikannya sendiri. Apalagi, ada banyak bahan alami yang bisa diolah dari negeri sendiri.
Pertama kali merilis bisnisnya, yakni pada September 2007, merek produk yang diusung oleh Laila adalah “Amour Pourvous”, yang berarti “cinta untukmu”. “Tapi karena saat ingin dipatenkan, ternyata sudah ada orang yang menggunakan nama 'Amour', maka kami akhirnya mengambil nama 'Pourvous' saja. Artinya 'untukmu',” ujar Ika Satyawati, General Manager Pourvous.
Selanjutnya klik disini
Liputan Pourvous oleh QBheadlines.com
Rabu, 18 Februari 2009
Kamis, 05 Februari 2009
Liputan Pourvous di Liputan 6 Pagi SCTV
(press release dari Liputan 6 SCTV)
Ada banyak produk perawatan tubuh yang bisa dijumpai di pasaran, mulai impor sampai buatan lokal. Hal ini menggugah Laila Asri, warga Surabaya, Jawa Timur, untuk turut membuat aneka macam produk perawatan tubuh. Pourvous, demikian ia menamakan usahanya.
Kelebihan Pourvous adalah mengangkat isu go green, yakni menggunakan bahan baku alami dan aman. Kemasannya pun sebagian besar bisa didaur ulang. Dan satu hal penting adalah produk ini halal. Laila juga mengaku, meskipun hanya skala rumahan, peralatan yang digunakan steril. "Karena kalau tidak steril, di samping produknya tidak akan bagus, disimpan juga tidak akan tahan lama," kata dia.
Ternyata bukan hanya kaum hawa yang dapat memanjakan tubuh. Laila pun berinovasi dengan membuat produk perawatan bagi kaum pria. Tentunya dengan menyesuaikan kebutuhan akan perawatan tubuh.
Pourvous menargetkan kelas menengah ke atas, khususnya perempuan. Sementara strategi pemasaran yang digunakan selain mengikuti pameran, mereka juga menjual melalui situs internet. Bila Anda tertarik, silakan mengunjungi situs www.rumahcantikku.com.(YNI/Julianus Kriswantoro)
Laila Asri
Telepon: 0817334950
Webite: www.mypourvous.com
ChatYM: pourvous_indonesia
Liputan Pourvous di Liputan 6 Pagi SCTV














